Giat Vaksinasi dan Pasar Murah PWNU Riau

Kapolda Riau Subsidi Migor menjadi Rp8.500 per Liter

Di Baca : 2365 Kali
Kegiatan Vaksinasi Massal dan Pasar Murah Minyak Goreng PWNU Riau memperingati Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke 96 dihadiri Ketua PWNU Riau T Rusli Ahmad SE, Kapolda Riau Irjen Muhammad Iqbal, Wali Kota Pekanbaru DR H Firdaus ST MT dan undangan lainnya di Ka

Ada yang menarik dari acara itu, setelah melakukan diskusi yang panjang dan beranjak dari niat membantu masyarakat, Ketua PWNU memutuskan merubah harga minyak goreng dari harga Rp11.500 per liter dipangkas menjadi Rp8.500 per liter, ujarnya kepada awak media.

"Alhamdulillah niat baik ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik dukungan dari masyarakat maupun dukungan dari Polri. Kami mendapat kabar dari bapak Kapolda Riau, abangda Irjen Pol Muhammad Iqbal, SIK beliau mensubsidi harga minyak goreng, yang sedianya harga kita patok Rp11.500 per liter. Setelah disubsisi oleh bapak Kapolda Riau, harga kita turunkan menjadi Rp8.500 per liter," ucap Ketua PWNU Riau. 

Sebelumnya diberitakan, Ketua PWNU Riau T Rusli Ahmad SE kepada awak media mengatakan kegiatan Vaksinasi Massal dan Pasar Murah minyak goreng ini merupakan bentuk kepedulian PWNU Riau untuk turut serta mensukseskan program Pemerintah agar masyarakat mendapatkan haknya untuk divaksin agar memiliki daya tahan terhadap virus covid 19, terakhir jenis omicron.

“Sebagaimana kita ketahui, ada varian baru dari virus covid 19 yang dikenal dengan nama omicron, dan Pemerintah telah berupaya agar masyarakat terhindar dari penyakit yang diakibatkan oleh virus tersebut dengan memberikan vaksin kepada masyarakat secara gratis, dan kami melihat untuk mensukseskan program Pemerintah itu perlu dukungan dari berbagai pihak agar hak masyarakat untuk mendapatkan vaksin itu dapat segera tersalurkan. Beranjak dari itu dan bertepatan dengan Harlah Nahdlatul Ulama ke 96, kami dari PWNU Provinsi Riau bekerjasama dengan Polda Riau menggelar vaksinansi massal dengan total dosis yang kami sediakan sebanyak 10 ribu dosis vaksin yang terdiri dari dosis 1, dosis 2 dan dosis 3 atau booster,” ungkap Rusli Ahmad. 







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar